
Hotel Kota Bintang Tiga · Program Profesi Arsitek
Aksara Hotel
Usulan hotel bintang tiga kolaboratif untuk Klungkung, menghubungkan rujukan budaya, lanskap, dan hospitalitas dalam studio program profesi selama enam bulan.
- Lokasi
- Klungkung, Bali, Indonesia
- Luas
- Sekitar 10.534 m²
- Status
- Konsep
- Jenis
- Hotel Kota Bintang Tiga
- Konteks
- Program Profesi Arsitek
- Institusi
- Universitas Warmadewa
- Bentuk Proyek
- Proyek Kelompok Kolaboratif
- Kontribusi
- Tim Perancangan & Pengembangan Arsitektur
- Jumlah Lantai
- Dua
- Studio
- Semester 2
- Pengembangan Proyek
- 6 Bulan
Aksara Hotel adalah usulan desain hotel kota bintang tiga yang dikembangkan secara kolaboratif dalam Program Profesi Arsitek Universitas Warmadewa, merespons konteks budaya dan lanskap Klungkung.
Selama studio enam bulan, proyek berkembang dari riset dan program ruang hingga pengembangan arsitektur, visualisasi, dan dokumentasi teknis yang terkoordinasi.

Gambaran Proyek
Fasilitas publik, sayap kamar, operasional, lanskap, dan air membentuk sistem hospitalitas dua lantai yang terhubung pada tapak sekitar 10.534 m² di Klungkung.
Studio Kolaboratif
Dikembangkan secara kolaboratif dalam Program Profesi Arsitek Universitas Warmadewa, dengan Teguh Surya Diana berpartisipasi dalam perancangan dan pengembangan arsitektur sebagai bagian dari tim. Ini adalah proyek akademik kolaboratif, bukan komisi komersial Diana Wangun Atelier atau karya dengan kepengarangan tunggal.
Konsep & Bahasa Arsitektur
Setiap tamu dibayangkan sebagai penulis kisahnya sendiri, bergerak melalui akses masuk, ruang bersama, taman, area makan, dan akomodasi. Bentuk atap daerah, bata, kisi bermotif, rujukan tekstil, dan narasi terinspirasi Kamasan menjadi bahasa arsitektur kontemporer, bukan komposisi historis literal.
Geser untuk melihat sudut terkait.



Konteks, Tapak & Massa
Tepi bangunan yang lebih kuat menghadap jalan, sementara volume terhubung membentuk halaman dan taman yang lebih tenang di dalam. Lanskap dan air membentuk jalur antara akses masuk, fasilitas publik, sayap kamar, dan area operasional, agar setiap bagian mudah dibaca dalam komposisi keseluruhan.

Restoran & Bar
Atap lebar dan lantai atas terbuka membentuk siluet restoran di atas area makan lantai dasar yang terlindung. Di dalam, pohon dan taman berkaca mengatur ruang; bar lantai atas melanjutkan urutan menuju pemandangan sekitar.
Geser untuk melihat sudut terkait.



Lobi & Area Publik
Kisi lobi melengkung mengarahkan kedatangan menuju lanskap dalam. Resepsionis, lounge, ruang kerja, dan kebugaran berbagi palet bata, kayu, detail ukiran, bukaan bermotif, dan cahaya hangat, dengan fungsi yang tetap berbeda.
Geser untuk melihat sudut terkait.


Geser untuk melihat sudut terkait.


Kamar Standar
Modul kamar berulang dan tangga tengah mengatur sayap kamar standar. Bata, panel relief, kisi, dan tanaman melembutkan skalanya; latar kayu dan relief membentuk kamar tidur di samping kamar mandi yang ringkas dan lebih tenang.
Geser untuk melihat sudut terkait.



Kamar Twin
Balkon berpasangan, kisi bertanaman, dan bukaan tengah memberi ritme serta cahaya alami pada sayap kamar twin. Dua tempat tidur ditempatkan di depan panel utama terinspirasi Kamasan.
Geser untuk melihat sudut terkait.


Kamar Superior
Lapisan kayu, detail ukiran, karya seni, dan komposisi tempat tidur di tengah memberi kamar superior interior yang khas dan lebih formal dalam sistem arsitektur bersama.

Dokumentasi Teknis Pilihan
Denah, tampak, dan potongan yang terkoordinasi menjelaskan organisasi ruang, selubung bangunan, level, dan hubungan struktur pada komponen utama hotel. Pilih gambar untuk melihatnya lebih besar.
Sistem Keseluruhan & Refleksi
Tim mengembangkan respons tapak, lanskap, sirkulasi, akomodasi, dan dokumentasi teknis bersama. Bagi Teguh, studio ini memperkuat pengambilan keputusan kolaboratif dan penerjemahan narasi arsitektur menjadi hubungan ruang serta teknis yang jelas.

Karya terkait
Kembali ke karyaDiskusi proyek
